Dalam perjalanan dari Berlin ke Greifswald ini, otakku mengarahkan pikirannya ke hal-hal tentang kita. Lagi-lagi aku memikirkanmu berlebihan. Di kereta sepi ini, yang aku lihat hanya kursi-kursi kosong. Tetapi tidak di kepalaku. Aku membayangkan seakan kau duduk di sampingku. Kembali menggenggam tanganku, seperti biasanya. Seperti ketika waktu itu kau berada di sampingku.
Satu hal yang tidak aku lupa dari pertemuan malam itu, kau melamun memperhatikan tingkahku. Kemudian dengan tenang kau berkata "you're so me". Kemudian hening. Aku berpikir. Aku rasa aku paham maksudmu. Tapi kemudian aku pura-pura tidak mengerti, dan malah menanyakan kepadamu, apa maksudnya? Dan tidak langsung kau jawab pertanyaanku, dengan beralasan kau sulit untuk menjelaskannya.
Hingga di kemudian waktu, kau mengartikan juga. Masih ingat, penjelasanmu ialah berupa "semua yang aku cari itu ada di kamu, Sha." Dan berhasil pula jawabanmu yang telat itu membuat mataku basah. (Bahkan di detik ketika aku mengetik ini). Sebab jika itu benar, subhanallah aku sungguh bersyukur dan bahagia. Karena seseorang yang juga aku cintai, dan bagiku telah utuh tanpa cela untukku, juga menerimaku apa adanya, sebagaimana aku.
Lalu kemudian aku tidak sengaja membaca kembali pembicaraan kita tempo dulu saat sebelum kita bertemu. Satu dua konversasi yang aku simpan di dalam note. Tersentak sedikit aku membacanya kembali. Sebab ada kalimatmu yang ternyata tidak asing.
When I asked you, why could you say that I'm a good woman? And there you said: "Idk, just faith. I'm falling with a right woman. No you aren't good, you are just too good, you are a clever woman, perfect, eventhough I haven't see you I can imagine you're so real in front of me. You are so, so me!"
Shocked.
Bahkan kau telah mengatakannya jauh sebelum pertemuan. Dan kembali kau mengaku itu saat telah ada aku di hadapanmu.
Begitukah Sayang?
Entah apalagi yang harus aku utarakan selain ucapan terima kasih yang mungkin juga tiada akan cukup menyatakan how grateful I am. Sebab aku mengenal pria sepertimu. Yang mencintaiku apa adanya. Yang pula membuatku setengah gila setiap membayangkannya.
Aku telah mencintaimu, melebihi takaran yang kau kira. Dan pula kau sempurna di mataku.
Kau terlihat seperti mimpi-mimpiku yang menjadi kenyataan.
Pria masa depan yang datang lebih cepat dari yang kukira..
Telah kau kuatkan hati ini bahwa ia telah mencintai kekasih yang benar.
IAP.