Tentangmu
Segala puisi selalu luruh
Tak pernah berani membunuh
Aku atau kau yang setubuh
Kadang justru puisi kehilangan kata
Ketika sedang berkisah tentang kita
Sebab kita lebih dari kata-kata
Dan kata-kata tak mampu menjadi kita
Puisi ini
Ku anggap sebagai pelipur sedih-sedih
Yang ku tegur agar lebih baik lagi
Untuk menghibur kenangan yang kian menjadi-jadi
Dan,
Dengan bibir basah yang tak tahan
Merajut keinginan dalam pagutan
Kita akan berakhir di satu ciuman
Padamu,
Seluruh asa tertuju.
IAP