Dan kembali lagi aku tangiskan kerinduan melalui tulisan
Dimana aku mulai bosan untuk menangis setiap malam
Tetapi tidak ada juga jalan lain selain berkesedihan
Entah kerinduan macam apa yang aku pertahankan
selalu di setiap malam-malam seperti ini, saya kembali menuliskan apapun yang saya bisa tuliskan. entah memang menulis mulai menjadi kecanduan bagi saya, atau mencintaimu yang membuat saya kecanduan menyuarakan segalanya melalui tulisan. sebab selalu begitu, selalu kamu yang menjadi alasan saya membuka laptop kemudian menuliskan apapun, sebagian besar tentang kerinduan.
semuanya kembali terlihat berat bagi saya. bahkan saya tidak tahu lagi harus kemana. menyuarakan rindu kepada kamu juga percuma. bisa apa kamu? bisa apa saya? bisa apa kita? jarak merenggang terlalu berjauhan di antara kita, dan saya belum letih-letih menggambarkan rindu di antaranya. semoga kamu tidak bosan menjadi peran utama dari kerinduan.
sekali ini saja, izinkan saya menuliskan kejujuran tanpa melebih-lebihkannya. tetapi mungkin jika bagimu ini berlebihan, sungguh, saya tidak peduli. (saya sendiri juga ragu kamu membaca tulisan saya, rasanya sudah jarang.)
jadi, kamu tahu? setiap malam saya tidak bisa mengelak perasaan. saya memikirkanmu terlalu berlebihan, hingga kemudian air mata saya sedikit demi sedikit berjatuhan. berlebihan? silahkan bilang begitu. tapi memang sudah lebih dari seminggu ini saya seperti itu. mungkin perasaan saya ini yang terlalu lemah. dan pula saya mencintaimu terlalu sungguh-sungguh. sehingga tidak ada rindu yang bisa saya elak. kenangan juga hanya kian membuat pedih mata saya. bahkan perlu kamu ketahui, saya menulis ini dengan pipi basah dan tangan yang beberapa kali berhenti mengetik untuk sebentar mengusap basahnya.
dan mengapa saya tetap melanjutkan menulis? sebab hanya dengan menulis saya bisa membuat hati saya sedikit lega. saya merasa didengar oleh tulisan saya sendiri, berhubung mungkin kamu sekarang sudah terlalu sibuk untuk mendengar kerinduan saya. tidak seperti dulu, di saat kamu hampir setiap hari ada, membantu saya sedikit menghilangkan kerinduan. bagiku, itu tidak apa. dan aku tidak berbohong, jika hanya sedikit waktumu yang bisa kamu berikan ke saya, sungguh itu tidak apa. saya paham. dan saya tidak mengeluh karena itu. yang saya keluhkan di sini hanya tentang perasaan saya yang terlalu berlebihan merindukanmu. dan daripada mengeluh atas ketiadaanmu, saya sebenarnya lebih ingin berterimakasih. sebab dengan seperti ini, saya jadi lebih rajin menulis dan menangis.
dan mengapa saya tetap melanjutkan menulis? sebab hanya dengan menulis saya bisa membuat hati saya sedikit lega. saya merasa didengar oleh tulisan saya sendiri, berhubung mungkin kamu sekarang sudah terlalu sibuk untuk mendengar kerinduan saya. tidak seperti dulu, di saat kamu hampir setiap hari ada, membantu saya sedikit menghilangkan kerinduan. bagiku, itu tidak apa. dan aku tidak berbohong, jika hanya sedikit waktumu yang bisa kamu berikan ke saya, sungguh itu tidak apa. saya paham. dan saya tidak mengeluh karena itu. yang saya keluhkan di sini hanya tentang perasaan saya yang terlalu berlebihan merindukanmu. dan daripada mengeluh atas ketiadaanmu, saya sebenarnya lebih ingin berterimakasih. sebab dengan seperti ini, saya jadi lebih rajin menulis dan menangis.
satu hal lagi yang baru saya pelajari, sayang..
mencintaimu itu
mustahil tanpa air mata.
IAP.