Aku kembali mengingat semua tentangmu. Sudah terlalu lama bagiku, menyimpan rindu dalam dadaku. Setiap malam, perasaan ini hanya akan semakin menyesak. Dan aku sungguh tidak tau harus apalagi selain lari kepada isak. Aku ingin membiarkanmu tau, bahwa di sini, ada seseorang yang mencintaimu sangat dalam. Ada seseorang yang menyimpan rindunya sepenuh hati untukmu seorang. Ada seseorang yang selalu memutarmu sebagai kenangan paling indah di kepalanya.
Aku.
Aku yang mencintaimu seperti itu. Aku yang merindumu keterlaluan. Aku yang sekarang berusaha melampiaskan perasaan melalui tulisan. Aku, Sayang..
Bukan hal yang mudah memang menjalani ini. Aku sudah sedari dulu mengetahuinya, bahwa ini tidak akan pernah mudah. Aku tau, akan ada rindu setiap hari yang siap menjalar dalam dadaku, yang kemudian mencuri sedikit nafasku. Aku kesusahan di sini menahan keinginan yang amat dalam untuk menemuimu. Bukan masalah aku tidak bisa bersabar, Sayang.. Maaf, tapi memang aku hanya mencintaimu seperti ini. Dengan jutaan rindu yang tiap harinya kian bertambah dan tidak pernah sedetikpun berkurang. Aku masih bisa bersabar, Sayang. Aku tau aku bisa. Karena demi kamu, aku rela menjalani waktu sambil tersiksa rindu. Karena aku tau, Sayang, suatu hari, aku akan tersenyum kembali dalam pelukanmu. Akan ada bahagia tersendiri bagi kita berdua, yang telah menunggu kita di masa depan. Dengan pelukan-pelukan yang akan kita miliki sampai ujung waktu.
Aku tau, itu semua membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tapi aku juga tau, Sayang.. Cinta yang aku miliki untuk kamu, sedang belajar untuk tegar.
Sebab aku, lebih memilih untuk menunggu.
Daripada kehilanganmu.
IAP.