tak ada yang lebih tabah dari sebatang lilin.
diberikannya cahaya,
dengan mengorbankan tubuhnya.
malam ini,
lilin menyala dengan tabah
serupa umurmu yang bertambah
cahayanya,
mendoakan setubuh kebahagiaan untukmu di sana.
masuklah ke dalam tubuhku, malam ini
jangan biarkan aku meninabobokan kesedihanku seorang diri
ia butuh nyanyian, bukan tangisan.
kepadamu, hari ini
nyanyian selamat terpanjat sebagai doa
agar kesedihanmu tertidur saja
dan kau dapat bahagia setelahnya
sejelek apapun kebahagiaan kau lukiskan,
ia akan tetap terlihat indah.
jangan begitu!
ini demi kebahagiaanmu
atau perlukah ku hadiahkan kau
setangkai mawar
dari sebentuk hati yang bergetar?
yang tak menarik dari hadiah pemberianmu
hanya setangkai mawar.
yang durinya,
masih membuat tanganku berdarah.
baiklah, aku menyerah
puisiku lagi-lagi gagal menyuguhkanmu kebahagiaan
bahkan di hari kau berdoa bertepuk tangan
meletakkan umurmu sebagai perayaan
setangkai mawar
dari sebentuk hati yang bergetar?
yang tak menarik dari hadiah pemberianmu
hanya setangkai mawar.
yang durinya,
masih membuat tanganku berdarah.
baiklah, aku menyerah
puisiku lagi-lagi gagal menyuguhkanmu kebahagiaan
bahkan di hari kau berdoa bertepuk tangan
meletakkan umurmu sebagai perayaan
barangkali,
seperti macetnya jalanan.
kebahagiaan takkan bisa ditemukan,
jika kita tak beranjak dari kesedihan.
barangkali,
kau perlu beranjak pergi mulai hari ini
meninggalkan kesedihan yang kau tulis serupa puisi
sebab hari ini,
biar kebahagiaan saja
yang memilikimu,
seutuhnya.
Selamat ulang tahun, Mal!
Puisi oleh @titikjauh & Ivanasha.
seperti macetnya jalanan.
kebahagiaan takkan bisa ditemukan,
jika kita tak beranjak dari kesedihan.
barangkali,
kau perlu beranjak pergi mulai hari ini
meninggalkan kesedihan yang kau tulis serupa puisi
sebab hari ini,
biar kebahagiaan saja
yang memilikimu,
seutuhnya.
Selamat ulang tahun, Mal!
Puisi oleh @titikjauh & Ivanasha.