Monday, November 11, 2019

Lebih Indah

Menuai kemanisan yang berasal dari sentuhanmu, buatku melupakan malam yang berganti dengan perlahan. Ingatan serupa bintang telah lahir di sela-sela pikiran. Bercahaya seolah tak ada hal lain yang lebih terang dan menawan. Sesuatu telah jatuh cinta di dalamku, meski ingin kusanggah bila itu masih bukan diriku. Lantas, siapakah?

Apa yang telah kausentuh hanya bagian kecil dari apa yang sanggup kuberikan di suatu hari. Pertanyaanku, seberapa besar dariku yang ingin kaumiliki? 

Jika kesementaraan memuaskanmu, aku bisa menciptakan hal-hal fana dari kecupan-kecupan kata. Meski di sana, tak akan kautemukan arti sesungguhnya. Namun, bila kau sanggup sedikit bersabar dan menunggu, akan kujatuhkan seluruh yang ada padaku ke dalam dirimu tanpa sekalipun kuperhitungkan kecepatannya. 

Hari ini, esok, atau lusa, kurasa waktu selalu sama saja. Tidak bisa diterka entah seberapa hebat kita berdoa. Aku tak berani menikmati seluruh yang ada di kepala, bila belum sama sekali hatiku angkat bicara. Dan jika kunyatakan segalanya hari ini, sungguh, yang kaudengar hanya ketakutanku belaka. Sementara aku sudah sangat lelah berkali-kali terluka, pun enggan untuk membuat hati lain berduka. 

Segalanya memang tidak bisa ditebak mentah-mentah, apalagi ketika semesta menciptakan ilusi yang amat menggugah. Jangan lengah. Sungguh, aku yakin suatu hari kita bisa lebih indah.