Wednesday, November 6, 2019

Untukmu yang Dipatahkan Hatinya

tak ada yang perlu menangis kala kepergian adalah jawaban untuk hati yang butuh diselamatkan. kau tak perlu berlama-lama menjebak diri dalam patah hatimu sendiri, bila bertahan masih sama saja dengan menyayatkan luka di palung perasaan. bila ruang-ruang hati itu masih butuh berkasihsayang, maka bercerminlah dan nyatakan segalanya untuk sebuah senyuman di sana. 

kau harus mencintai dirimu melebihi siapa pun. jangan pernah kaurobek dadamu dan kauserahkan seluruh degup yang ada di sana untuk seseorang yang bahkan tak pernah berpura-pura memahami debarnya. sedikit pun aku tak rela melihatmu menangis terluka. sedikit pun aku tak sanggup mendengar pengaduan demi pengaduan terlahir dari bibirmu yang bergetar. kesedihan telah menjadi racun. aku tak paham bagaimana harus meyakinkanmu untuk berhenti meneguknya. 

sungguh kau pantas berbahagia. sama seperti manusia-manusia lainnya yang telah dan sedang berbahagia, kau pun harus berada di puncak yang sama. melebur diri bersama riuh angin yang selalu kaurindukan—kedamaian dalam mencintai dan dicintai, suatu hari menyambutmu dengan lengan-lengan yang terbuka. 

jika saja kau percaya.

jika saja kau terus berdoa.