Memaknai lembayung langit itu tak semudah menutup jendela, mengunci pintu, melupakan diri di dalam balutan selimut hangat, ketika cuaca pun sedang tidak cukup baik untuk ditebak. Sempat kudengar pagar di luar menutup dirinya dan memberiku kesempatan untuk menikmati sunyi ini tanpa sesiapa berpura-pura ada.
Aku tidak peduli lagi akan bagaimana warna langit esok hari. Perlahan kubenci apa yang ada di luar sana, karena pengharapanku mulai tak memudar juga. Setelah lelah membuka lengan untuk menyambut kedatangan; tak satu pun kudapat selain kekosongan, aku memutuskan bahwa sebaik-baiknya kesendirian ialah ketika aku memeluk diri sendiri.
-
jendela mulai bosan melihat pintu
terbuka tanpa ada yang bertamu.
beranda menitip kunci,
jagalah baik-baik setelah ini.
pagar menutup lagi.
ia merawat sepi.
tak butuh sesiapa untuk ramai.
masih akan ada hujan November
dengan rintiknya tersuguh
menyeka halaman-halaman jauh.
bolehlah, hari ini, seterusnya,
kami berbahagia tanpa siapa-siapa.
hanya perlu sunyi dan semesta
--saja.
selamat tinggal.