Kekasih, rumah seperti apa yang kauinginkan di masa depan?
Ingin kusiapkan musim paling hangat di dekap lengan-lenganku, ketika hujan akhir tahun membasah di beranda kita. Di dalam pelukan, kau boleh tertidur nyaman dan menjadikan setiap mimpi-mimpiku sebagai mimpi-mimpimu pula. Sambil kuajak kau mewujudkan kita di masa seindah itu, agar tak perlu lagi ada rindu yang membiru.
Ketika kau pulang kerja, membuka pintu adalah tugas tangan kirimu, sementara tangan lainnya akan menyambut tubuhku yang sekejap lekat merayakan hadirmu. Dengan kecupan-kecupan di luar akal, aku ingin menghapus seluruh letihmu sampai kau habis tersengal. Akan kita mulai makan malam dengan sajian yang terhidang dalam kasih dan sayang.
Sebelum pergi tidur, ingin kuceritakan padamu tentang rumah yang terbangun dari mimpi-mimpi panjang. Berdiri kokoh sebagai wujud harapan paling indah, dengan buah-buah ranum di halaman, dan buah-buah hati yang tanggalnya kita rencanakan.
Di dalam rumah itu, tidak akan ada kata-kata yang kurang dari cinta. Segalanya hangat, erat, tepat, bahkan ketika angin bertiup hebat. Tak ada pula perpisahan. Sebab hal-hal yang akan mengisi dalamnya hanyalah pertemuan dan akhir penantian.
Kubayangkan kau tertawa kecil dan berkata,
"Tapi kau seperti liburan. Segala yang menyenangkan di tengah-tengah kepenatan."
Aku tersenyum. Menatapmu lekat,
Aku tersenyum. Menatapmu lekat,
"Begitulah seharusnya kita, Kekasih.
Cinta yang menjadikan tempat tinggal, sebagai liburan tanpa tanggal."
